Memulai dan menjalankan bisnis di sektor mikro (UMKM) merupakan perjalanan penuh tantangan. Pelaku usaha wajib mengetahui cara menghindari kerugian bisnis agar bisa tetap bertahan di industri. Salah satunya dengan menggunakan jaminan perlindungan UMKM dari BPJS Ketenagakerjaan.
Ini merupakan program perlindungan dengan manfaat mencakup kecelakaan kerja hingga masa tua. Program yang ditujukan khusus untuk UMKM ini dapat memberikan rasa aman terhadap pekerja yang selama ini tidak mendapatkan jaminan kesehatan, sehingga dapat bekerja secara tenang dan meningkatkan produktivitas.
Cara Menghindari Kerugian Bisnis untuk UMKM
Produktivitas tinggi karyawan menjadi faktor penentu utama dalam kelancaran operasional usaha, khususnya UMKM, dan tentu berpengaruh signifikan terhadap keuntungan bisnis. Selain mendaftar program UMKM BPJSTK untuk tujuan tersebut, Anda juga bisa mencegah kerugian usaha melalui beberapa cara berikut.
1. Manajemen Keuangan yang Disiplin
Kesalahan UMKM yang paling umum adalah mencampuradukkan keuangan pribadi dan bisnis. Ini menyebabkan kekacauan finansial hingga mengakibatkan kebangkrutan usaha.
Oleh sebab itu, pisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha supaya pelacakan arus kas dan evaluasi kesehatan operasional lebih mudah. Pastikan catat pemasukan maupun pengeluaran sekecil apapun sebagai tindakan nyata disiplin terhadap manajemen keuangan bisnis.
Buat pula anggaran bulanan yang realistis dan sisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat, guna mempersiapkan risiko fluktuasi (ketidakmenentuan) bisnis di masa mendatang.
2. Pahami Pasar dan Lakukan Inovasi
Cara menghindari kerugian bisnis untuk UMKM selanjutnya adalah memahami pasar dan melakukan inovasi secara berkala. Bangun bisnis yang siap beradaptasi dengan segala perkembangan atau perubahan pasar. Dengarkan kritik, saran, dan kebutuhan dari pelanggan untuk melahirkan inovasi yang tepat sasaran.
Perhatikan pula terobosan kompetitor, tapi bukan untuk meniru. Anda bisa mencari celah untuk menciptakan produk dengan nilai (value) yang tidak mereka miliki. Ini merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi pasar yang sengit. Ingat, stagnansi merupakan penyebab utama kegagalan bisnis.
3. Efisiensi Operasional
Kerugian sering kali tersembunyi dalam proses bisnis yang tidak efisien. Biaya operasional yang membengkak tanpa disadari dapat menggerogoti profit. Tinjau kembali operasional bisnis untuk menemukan pos-pos pengeluaran yang tidak efektif. Maksimalkan sumber daya agar tidak mengakibatkan pemborosan.
4. Mitigasi Risiko
Langkah yang tidak kalah penting adalah mitigasi risiko atau upaya dalam meminimalisir dampak negatif terhadap bisnis. Banyak pelaku UMKM yang tidak menyadari kemungkinan kecelakaan kerja dapat terjadi, bahkan pada bisnis skala mikro. Ketika terjadi, karyawan maupun diri sendiri bisa menjadi korban.
Otomatis, hal tersebut memengaruhi operasional usaha, bisa menghentikan sementara, atau bahkan tutup total. Sebab, biaya penanganan kecelakaan kerja dan pemulihan menjadi beban finansial berat yang mengancam keberlangsungan usaha Anda. Menyiapkan asuransi jiwa bagi pekerja dan diri sendiri menjadi langkah bijak.
Mencegah Kerugian Bisnis Lebih Baik daripada Menangani
Sederet cara menghindari kerugian bisnis di atas merupakan metode jitu untuk memastikan usaha Anda dapat bertahan di industri terkait. Mulai dari manajemen keuangan, memahami pasar dan berinovasi, efisiensi operasional, dan yang terpenting mitigasi risiko dengan jaminan perlindungan UMKM dari BPJSTK.
Mendaftarkan pekerja pada program tersebut menjadi investasi bisnis yang tidak ternilai. Selain menanggung biaya ketika terjadi kecelakaan kerja, premi juga bisa menjadi jaminan di hari tua. Rasa aman akan membuat karyawan Anda tenang dan berdampak baik terhadap peningkatan produktivitas kerja mereka.